Universitas Diponegoro Dorong Kemandirian Budidaya Tanaman Hias melalui Pelatihan Teknik Perkawinan Aseksual Anggrek bagi Warga

Universitas Diponegoro Dorong Kemandirian Budidaya Tanaman Hias melalui Pelatihan Teknik Perkawinan Aseksual Anggrek bagi Warga

KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH – Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui tim pengabdian kepada masyarakat dari Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika (FSM), menyelenggarakan kegiatan pelatihan teknik perkawinan aseksual pada tanaman anggrek bagi masyarakat Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Semarang.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi keilmuan biologi tumbuhan dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya dalam bidang budidaya tanaman hias yang bernilai estetika dan ekonomi tinggi.

Program pengabdian ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat terkait keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan perbanyakan tanaman anggrek secara mandiri. Selama ini, sebagian masyarakat masih bergantung pada pembelian bibit dari pasar, sementara teknik perbanyakan vegetatif maupun teknik reproduksi anggrek berbasis intervensi manusia belum banyak diterapkan secara optimal.

Kegiatan pengabdian diketuai oleh Dr. Drs. Wijanarka, M.Si., bersama anggota tim yaitu Dr. Dra. Susiana Purwantisari, M.Si., Drs. Budi Raharjo, M.Si., dan Dwi Retno Fatmawati, M.Si. Kegiatan ini juga melibatkan beberapa mahasiswa Departemen Biologi sebagai pendamping selama proses pelatihan, praktik, dan dokumentasi kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai karakteristik tanaman anggrek, dasar-dasar reproduksi tanaman, serta prinsip teknik perkawinan aseksual. Penyuluhan dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi, penggunaan leaflet sebagai media edukasi, dan sesi diskusi hingga praktik secara langsung bersama peserta.

“Pendekatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya memahami tahapan teknis, tetapi juga mengetahui dasar ilmiah dari proses perbanyakan tanaman anggrek,” menurut Dr. Drs. Wijanarka.

Setelah memperoleh pemahaman teoritis, peserta mengikuti praktik langsung teknik perkawinan anggrek dengan pendampingan dari tim pengabdian. Dalam kegiatan praktik, peserta diperkenalkan dengan tahapan pengambilan serbuk sari dari bagian reproduksi bunga anggrek dan penempatannya pada kepala putik untuk mendukung proses pembuahan. Metode praktik langsung ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta sehingga mampu menerapkan teknik tersebut secara mandiri di lingkungan rumah.

Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat. Sebanyak kurang lebih 25 peserta yang terdiri atas warga, ibu rumah tangga, serta masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap tanaman hias mengikuti rangkaian penyuluhan dan praktik dengan antusias.

Peserta aktif berdiskusi mengenai teknik budidaya, proses perkawinan anggrek, serta perawatan tanaman setelah dilakukan perlakuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengenali serta menerapkan teknik perkawinan anggrek. Keberhasilan proses perkawinan diamati melalui perubahan morfologi bunga, seperti bunga yang mengalami pelayuan setelah beberapa hari dan pembesaran bagian batang bunga sebagai indikator awal keberhasilan proses pembuahan.

Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan pengetahuan biologi secara aplikatif untuk mengembangkan budidaya tanaman anggrek secara berkelanjutan. Selain menjadi aktivitas produktif berbasis lingkungan rumah tangga, keterampilan tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu bentuk usaha kreatif masyarakat melalui pengembangan tanaman hias bernilai ekonomi.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen dalam penerapan ilmu pengetahuan bagi masyarakat, UNDIP terus mendorong sinergi antara akademisi dan masyarakat melalui program pengabdian yang berbasis teknologi tepat guna, edukasi ilmiah, dan pemberdayaan berkelanjutan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *