UNS Kirim 10 Dokter ke Wilayah Karhutla, Bawa Alat Bantu Pernapasan Portabel

UNS Kirim 10 Dokter ke Wilayah Karhutla, Bawa Alat Bantu Pernapasan Portabel

KOTA SIOLO, JAWA TENGAH – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberangkatkan 10 dokter residen dan mahasiswa untuk membantu warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain memberikan pelayanan kesehatan, tim ini membawa alat bantu pernapasan portabel yang dapat dirakit menggunakan bahan-bahan sederhana.

Tim diberangkatkan dari depan Gedung Rektorat UNS pada Selasa,(27/10/2026) pagi. Dalam misi kemanusiaan tersebut, mereka juga membawa 300 alat pelindung diri (APD) untuk mendukung para relawan yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran.

Salah satu perlengkapan yang dibawa adalah portable air filter, yakni alat bantu penyaring udara yang diperkenalkan sebagai teknologi sederhana untuk menghadapi paparan asap karhutla.

Alat tersebut dapat dirakit menggunakan sejumlah bahan yang mudah ditemukan, seperti botol plastik, kasa nyamuk, spons, dan selang AC. Bahan tambahan berupa deterjen dan es batu juga dapat digunakan sesuai dengan rancangan alat.

Ketua tim, Dr. Darmawan Ismail, dr., Sp.BTKV, menjelaskan bahwa teknologi sederhana tersebut akan disosialisasikan kepada masyarakat. Harapannya, warga memiliki pengetahuan tambahan mengenai upaya menghadapi dampak paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Dari total 10 personel yang diberangkatkan, tim terdiri atas dokter residen dari bagian bedah umum serta bedah toraks, kardiak, dan vaskuler yang bertugas di RSUD Dr. Moewardi.

Selama lima hari, para personel akan dibagi menjadi tiga kelompok untuk menjangkau wilayah Banjarmasin, Palangka Raya, dan Palembang.

Melalui misi ini, UNS berupaya mendukung penanganan dampak karhutla, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta membantu menjaga kesehatan relawan yang bertugas di wilayah terdampak.

Meski demikian, alat penyaring udara rakitan tidak dapat dianggap sebagai pengganti respirator yang sesuai standar untuk melindungi diri dari asap kebakaran. Masyarakat dan relawan tetap perlu mengikuti arahan petugas kesehatan serta menggunakan perlindungan pernapasan yang direkomendasikan.(San)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *