BPBD Solo Perkuat Kesiapsiagaan Banjir Lewat Simulasi Table Top Exercise
BPBD Kota Surakarta gelar simulasi dalam ruang atau Table Top Exercise (TTX) bersama seluruh komponen pentahelik termasuk media MTATV.mtatv/hasan

BPBD Solo Perkuat Kesiapsiagaan Banjir Lewat Simulasi Table Top Exercise

KOTA SOLO, JAWA TENGAH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir melalui gladi simulasi dalam ruang atau Table Top Exercise (TTX), Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang digelar di Hotel Paragon Solo tersebut melibatkan berbagai unsur pentahelik, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga media, termasuk MTA TV.

Dalam simulasi tersebut, para peserta dihadapkan pada sejumlah skenario kebencanaan dan diminta menjelaskan langkah yang akan dilakukan sesuai dengan tugas serta peran masing-masing.

Skenario yang dibahas mencakup tahapan penanggulangan bencana secara menyeluruh. Mulai dari penyampaian peringatan dini, evakuasi masyarakat, penetapan status tanggap darurat, penanganan saat bencana, hingga proses pemulihan pascabencana banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan simulasi tersebut penting dilakukan untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan.

Menurutnya, setiap komponen yang terlibat dalam penanggulangan bencana harus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Dengan begitu, ketika terjadi kondisi darurat, seluruh pihak dapat bergerak secara cepat dan terkoordinasi.

“Jadi terkait masalah penanganan bencana, termasuk banjir, kami dari BPBD tentunya tidak bisa terlibat secara mandiri. Sehingga diperlukan koordinasi dengan teman-teman di pemerintah kota Surakarta, termasuk dari TNI, Polri akademisi, masyarakat, media masa dan temen-temen relawan Surakarta. Artinya bahwa setelah di lakukan simulasi dalam ruang itu mereka akan menjadi paham ketika terjadi bencana banjir terjadi, mereka menjadi apa dan harus bisa berbuat apa,” kata Ari.

Ia berharap melalui TTX tersebut, seluruh komponen pentahelik semakin memahami peran masing-masing dalam menghadapi potensi bencana.

Koordinasi yang dibangun sejak sebelum bencana terjadi dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam penanganan kondisi darurat. Dengan kesiapsiagaan yang matang, respons terhadap bencana diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, terpadu, serta mampu meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

Selain menguji pemahaman masing-masing pihak, simulasi ini juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai kemungkinan kendala dalam penanganan banjir. Hasil evaluasi dari simulasi diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan dalam menghadapi kondisi bencana yang sebenarnya.

BPBD Kota Solo pun menekankan pentingnya kesiapsiagaan bersama. Penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pentahelik agar penanganan dapat berjalan efektif dan terintegrasi.(San.)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *