KOTA SOLO, JAWA TENGAH – Wali Kota Solo, Respati Ardi mengumpulkan seluruh pengelola parkir untuk membahas penataan dan penertiban perparkiran di Kota Solo.
Salah satu fokus pada pertemuan ini adalah mengurangi juru parkir (jukir) dengan menyiapkan solusi alih profesi melalui Rumah Siap Kerja (RSK).
Dia mengatakan, persoalan parkir menjadi fokus penanganan agar tidak merusak citra Kota Solo sebagai kota budaya, pariwisata dan olahraga. Pengurangan jumlah dilakukan dengan menindak jukir yang tidak sesuai dengan titik pengelolaan resmi sekaligus menindak tegas jukir liar.
“Semangat yang pertama adalah mengurangi petugas parkir yang over, tidak sesuai dengan jumlah titik pengelolaan parkir. Karena yang paling berbahaya adalah jukir liar yang di tidak dalam pengawasan kerja sama oleh pemegang pengelola parkir,” ujarnya dalam pertemuan di Polresta Solo, Selasa (27/10/2026).
Para jukir yang dialihkan dapat mengikuti pelatihan kerja dengan program RSK di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Surakarta. Mereka dapat beralih profesi menjadi pengemudi atau mendapatkan peluang kerja sebagai petugas kebersihan, perlindungan masyarakat (Linmas) dan lainnya.
Pengurangan jumlah jukir ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengawasan agar tata kelola perparkiran menjadi lebih baik dan membuat masyarakat nyaman.
“Kita ada solusi, yang pertama, kita ada pelatihan mendapatkan SIM A atau pelatihan menjadi driver. Kita juga akan serap untuk menjadi petugas kebersihan dan Linmas. Kita akan konversi karena kita semangatnya mengurangi juru parkir. Otomatis dengan berkurangnya juru parkir, parkir liar akan berkurang. Dan sebagai pengelola parkir akan lebih enak mengontrol petugasnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Respati mengakui masih banyak menemukan jukir-jukir liar yang beroperasi setelah jukir yang bekerja dengan pengelola resmi selesai bekerja. Ia pun meminta masyarakat untuk dapat melaporkan hal tersebut termasuk ketika menemui adanya oknum petugas yang menerima setoran parkir.
“Jika ada temuan dari petugas-petugas kami yang meminta laporkan lalu viralkan. Akan kita tidak tegas. Karena kita sudah tidak bisa main-main lagi. Kita ingin mencari solusi yang terbaik suoaya semuanya nyaman, semua aman,” imbuhnya.
Respati meminta seluruh pengelola parkir dapat bekerja sama dengan Pemkot Solo untuk mewujudkan sistem perparkiran yang tertib dan profesional. Penataan tersebut juga diharapkan memberikan kepastian bagi pengelola, petugas parkir resmi, serta masyarakat sebagai pengguna layanan.
Sebab kenyamanan masyarakat dan wisatawan harus menjadi perhatian utama. Ia tidak ingin persoalan parkir membuat masyarakat dan wisatawan kecewa.
