KOTA SOLO, JAWA TENGAH — Kontingen Indonesia menargetkan tujuh medali emas pada Asian Para Games ke-5 di Nagoya, Jepang, yang berlangsung pada 18–24 Oktober 2026. Sebanyak 103 atlet akan diturunkan untuk bersaing di 12 cabang olahraga dengan target menembus posisi 10 besar.
Target tersebut disampaikan Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Mantovani, dalam acara pengukuhan dan pelepasan kontingen Indonesia di Balai Kota Solo, Senin (12/10/2026).
Indonesia membidik total 32 medali, terdiri dari tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Target ini ditetapkan berdasarkan analisis serta evaluasi pelatih dan pengurus National Paralympic Committee (NPC) Indonesia terhadap potensi atlet selama menjalani pemusatan latihan dan mengikuti kualifikasi.
“Secara realistis dan sekaligus sebagai motivasi bagi para atlet, telah ditetapkan target kontingen Indonesia adalah meraih posisi 10 besar pada Asian Para Games ke-5 di Nagoya, dengan target capaian medali emas tujuh, perak delapan, dan perunggu 17,” ujar Reda.
Ia memastikan para atlet telah menjalani persiapan untuk menghadapi kompetisi, baik dari sisi fisik maupun mental. Seluruh kontingen diharapkan mampu tampil maksimal dan memenuhi target yang telah ditetapkan.
Para Atletik Jadi Andalan dengan 25 Atlet
Dari total 103 atlet yang diberangkatkan, cabang para atletik menjadi penyumbang atlet terbanyak dengan 25 orang. Berikutnya, para bulu tangkis diikuti 15 atlet dan para renang sebanyak 12 atlet.
Adapun rincian atlet Indonesia di Asian Para Games Nagoya 2026 adalah sebagai berikut:
– Panahan: 7 atlet
– Para atletik: 25 atlet
– Para bulu tangkis: 15 atlet
– Boccia: 5 atlet
– Para balap sepeda: 5 atlet
– Para judo: 7 atlet
– Para angkat berat: 10 atlet
– Para menembak: 3 atlet
– Para renang: 12 atlet
– Para tenis meja: 9 atlet
– Para taekwondo: 2 atlet
– Anggar kursi roda: 3 atlet
Untuk menunjang perjuangan para atlet, Indonesia juga menyiapkan tim pendukung yang meliputi manajer, pelatih, asisten pelatih, tenaga pendukung, tim medis, fisioterapis, masseur, serta personel tim media.
Dukungan tersebut disiapkan agar kebutuhan atlet selama mengikuti pertandingan di Nagoya dapat terpenuhi sehingga mereka bisa lebih fokus mengejar prestasi.
Indonesia Kejar Ketertinggalan dari Thailand
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pemerintah akan terus mendukung persiapan kontingen Indonesia, termasuk melalui penyediaan anggaran dan fasilitas yang dibutuhkan atlet.
Erick menyebut Indonesia telah mengoleksi 76 medali emas sepanjang sejarah keikutsertaannya di Asian Para Games. Jumlah tersebut masih berada di bawah Thailand yang telah mengumpulkan 91 medali emas, atau unggul 15 medali emas dari Indonesia.
Menurut Erick, selisih tersebut harus menjadi motivasi bagi Indonesia untuk meningkatkan prestasi olahraga disabilitas secara bertahap dan berkelanjutan.
“Walaupun hari ini kita masih ada perbedaan mungkin 15 medali emas dengan Thailand, tetapi saya yakin pelan-pelan kita bisa lewati kalau kita siapkan semuanya dengan baik,” kata Erick.
Ia menambahkan, peningkatan prestasi atlet membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, NPC Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.
Erick juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan terhadap olahraga nasional, termasuk pembiayaan pembinaan atlet dalam jangka menengah dan panjang.
Melalui dukungan tersebut, Indonesia berharap mampu memenuhi target tujuh medali emas di Nagoya sekaligus meningkatkan daya saing atlet para Indonesia di tingkat Asia.

