Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon Fokus Revitalisasi Museum Keraton Solo

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon Fokus Revitalisasi Museum Keraton Solo

KOTA SOLO, JAWA TENGAH – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon memastikan proses revitalisasi museum dan kawasan cagar budaya, termasuk Museum Keraton Solo, terus berjalan. Revitalisasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya nasional.

Hal tersebut disampaikan Fadli Zon saat melakukan kunjungan kerja dalam program Belajar Bersama Maestro Seni Lukis di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/08/2026).

Fadli menegaskan, revitalisasi museum dan cagar budaya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan pelestarian. Proses revitalisasi tidak boleh menghilangkan atau mengubah karakter asli bangunan yang memiliki nilai sejarah.

Menurutnya, keberadaan museum dan bangunan cagar budaya yang terawat tidak hanya penting untuk kepentingan pelestarian sejarah, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata budaya.

“ya kita kembalikan sesuai dengan keadaan aslinya, semaksimal mungkin. Kita akan berusaha sesuai dengan cagar budaya untuk merevitalisi sehingga ini menjadi salah satu destinasi budaya, wisata, sejarah,” ujar Fadli Zon.

Terkait kondisi Keraton Solo, Fadli mengatakan pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan tetap berfokus pada aspek pelestarian fisik cagar budaya. Ia menegaskan tidak akan mencampuri persoalan atau konflik internal yang terjadi di lingkungan Keraton Solo.

Fokus pemerintah, lanjutnya, adalah memastikan proses revitalisasi terhadap kawasan cagar budaya dapat berjalan dengan baik.

Revitalisasi tersebut mencakup 13 titik di kawasan Keraton Solo menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Fadli berharap keberadaan kawasan Keraton Solo yang semakin terawat dapat memperkuat fungsi museum dan kawasan cagar budaya sebagai ruang edukasi sekaligus destinasi wisata sejarah dan budaya.

Selain Keraton Solo, pemerintah juga terus mendorong revitalisasi berbagai museum dan cagar budaya di sejumlah daerah sebagai bagian dari penguatan ekosistem kebudayaan Indonesia.(San.)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *