Terimbas PHK Industri Media, Mantan Karyawan TV Nasional Buka Warung Makan Khas Banyuwangi Di Solo

Terimbas PHK Industri Media, Mantan Karyawan TV Nasional Buka Warung Makan Khas Banyuwangi Di Solo

KARANGANYAR – Gelombang efisiensi yang melanda industri media pada awal 2025 memaksa banyak pekerja kehilangan mata pencaharian. Namun kondisi itu justru menjadi titik balik bagi Hartono, mantan karyawan televisi nasional di Jakarta, untuk memulai usaha baru di bidang kuliner.

Bersama sang istri, Hartono mendirikan Kedai Gotham 99 di kawasan Pondok, Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Warung tersebut menyajikan menu khas Banyuwangi dengan andalan Sego Tampah Spesial Sambal Tempong, yang dipadukan dengan cita rasa agar lebih sesuai dengan lidah Warga masyarakat Solo.

Usaha ini lahir setelah Ia terkena PHK akibat kebijakan efisiensi perusahaan. Setelah lebih dari 20 tahun bekerja sebagai karyawan, ia harus memutar otak demi tetap memenuhi kebutuhan keluarga.

“Setelah berhenti bekerja dan tidak lagi menerima gaji bulanan, saya harus belajar mandiri. Atas dukungan istri, saya belajar memasak di rumah orang tua istri selama kurang lebih satu tahun. Karena di Solo belum banyak yang menjual masakan khas Banyuwangi, akhirnya kami memberanikan diri membuka usaha ini sejak Februari lalu,” ujar Hartono.

Modal usaha yang mencapai puluhan juta rupiah berasal dari tabungan pribadi dan uang pesangon yang diterimanya saat meninggalkan pekerjaan di Jakarta.

Di Kedai Gotham 99, pengunjung dapat menikmati beragam pilihan lauk seperti ayam, ikan nila, lele, hingga paru yang disajikan di atas tampah beralas daun pisang lengkap dengan aneka lalapan dan sambal tempong khas Banyuwangi.

Satu porsi Sego Tampah seberta lauknya, dibanderol mulai harga Rp. 20.000.

Meski harus menjalani rutinitas yang jauh berbeda dari pekerjaan sebelumnya, nama yang kerap dipanggil Tono itu mengaku mulai menikmati perannya sebagai pengusaha.

“Kalau dulu saya mengandalkan gaji tetap setiap bulan, sekarang saya harus mengelola usaha sendiri setiap hari. Saya belajar mengatur keuangan, memutar modal, belanja kebutuhan harian, hingga melayani pelanggan. Memang lebih menantang, tapi juga memberi kepuasan tersendiri karena semua hasil bergantung pada usaha yang kita lakukan,” katanya.

Kehadiran menu khas Banyuwangi ini pun mendapat respons positif dari pelanggan. Salah satunya Welly, yang mengaku terpikat dengan cita rasa sambal tempong yang pedas dan menggugah selera.

“Enak sekali. Sambalnya nendang, isi tampahnya juga lengkap, ada tempe, tahu, lalapan, semuanya pas. Pokoknya kenyang dan puas,” ungkapnya.

Kini Kedai Gotham 99 melayani pelanggan setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Selain Sego Tempong, warung ini juga menyediakan menu lain seperti sop ayam kampung dan mendoan.

Secuil kisah ini menjadi bukti bahwa kehilangan pekerjaan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan keberanian mencoba hal baru dan dukungan keluarga, ia mampu bangkit, menciptakan lapangan kerja sendiri, sekaligus memperkenalkan cita rasa khas Banyuwangi kepada warga masyarakat kota Solo. (San.)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *