KOTA SOLO, JAWA TENGAH โ Keluarga korban Kapal Virgo menjalani pemeriksaan DNA di Klinik Bhayangkara Polresta Surakarta, Selasa (22/9/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk membantu proses identifikasi korban yang ditemukan setelah kapal tersebut tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah mengambil sampel DNA dari keluarga yang diduga memiliki hubungan dengan korban.
Sampel yang diambil di antaranya berupa darah, air liur, dan sampel gigi. Kaur DVI Biddokkes Polda Jawa Tengah, AKP dr. Derry Setiawan, mengatakan pengambilan sampel di Solo telah dilakukan terhadap tiga keluarga.
“Jadi dari Biddokes Polda Jawa Tengah, kami dari tim DVI saat ini sedang mengambil tiga keluarga dari kemungkinan korban ataupun korbannya ditemukan di Banjarnegara maupun di Jawa Timur,” ungkap AKP dr. Derry.
Selain di Solo, pengambilan sampel DNA juga dilakukan atau direncanakan bagi keluarga korban di sejumlah daerah lainnya, di antaranya Jepara dan Boyolali.
Selanjutnya, seluruh sampel DNA akan dikirim ke Pusdokkes Polri untuk dicocokkan dengan data DNA korban. Hasil pencocokan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar dalam proses identifikasi korban.
“Setelah kami ambil DNA dan sampelnya tersebut, kami akan kirim ke Pusdokkes untuk masing-masing dicocokkan data keluarga dan dari korban tersebut,” ujarnya.
Salah satu keluarga korban, Sri Mulyani, ibu kandung Guntur, mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan DNA. Ia menyebut sampel yang diambil berupa darah dan air liur.
“Tadi disuruh nunggu hasilnya, soalnya saudara sama bapaknya sudah tes DNA, dicocokkan sama dari Banjar,” ujar Sri Mulyani.
Keluarga hingga kini masih menunggu hasil identifikasi resmi dari tim DVI. Hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada keluarga setelah proses pencocokan DNA selesai. (San)

