PONOROGO, JAWA TIMUR – Islam tidak cukup hanya dipelajari dan diamalkan sendiri. Kebersamaan menjadi bagian penting dalam mengamalkan sekaligus mendakwahkan ajaran Islam. Hal tersebut disampaikan Pimpinan Pusat MTA, Al Ustadz Nur Kholid Syaifullah, Lc., M.Hum., dalam pengajian dan silaturahmi warga MTA se-Kabupaten Ponorogo di Dusun Krambil, Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Kamis (13/8).
Dalam tausiyahnya, Al Ustadz Nur Kholid menjelaskan, ajaran Islam perlu diamalkan dalam kebersamaan. Menurutnya, upaya memunculkan dan menyampaikan kebenaran juga tidak dapat dilakukan seorang diri.
“Islam ini, kata Allah, tidak bisa diamalkan sendirian. Islam itu harus diamalkan dalam kebersamaan. Memunculkan kebenaran tidak bisa sendirian. Sepintar apa pun kita, sebanyak apa pun yang kita paham tentang Islam,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dakwah yang dilakukan seorang diri akan lebih rentan dan lemah. Karena itu, kebersamaan diperlukan untuk memperkuat perjuangan dalam mendakwahkan ajaran Islam.
“Kalau kita menggunakan semuanya untuk dakwah dalam kesendirian, rapuh dakwah itu,” jelasnya.
Pengajian dan silaturahmi tersebut turut dihadiri warga MTA dari sejumlah daerah di sekitar Ponorogo, di antaranya Madiun, Magetan, Trenggalek, serta Purwantoro dan Jatisrono, Wonogiri.
Selain pengajian dan silaturahmi, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Tim Kesehatan MTA Pusat. (isn)

