KOTA SOLO, JAWA TENGAH – Ketapel tak lagi sekadar permainan tradisional yang identik dengan masa kecil. Di Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, ketapel mulai diperkenalkan sebagai salah satu olahraga masyarakat yang memiliki wadah resmi.
Upaya mengenalkan olahraga tradisional tersebut dilakukan melalui lomba ketapel yang digelar Kecamatan Pasar Kliwon menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-81 di halaman Kantor Kecamatan pada Kamis, (13/08/2026).
Sebanyak 10 tim ambil bagian dalam perlombaan ini, dengan masing-masing tim terdiri dari tiga peserta. Total ada 30 peserta yang beradu ketepatan dan keterampilan dalam membidik sasaran.
Kepala Kecamatan Pasar Kliwon, Ari Wibowo mengatakan, lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengenalkan ketapel sebagai olahraga masyarakat yang kini dinaungi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia atau KORMI.
Menurut Ari, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa ketapel telah berkembang dari sekadar permainan tradisional menjadi olahraga yang memiliki wadah resmi.
«“Kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa ketapel sekarang sudah menjadi bagian dari olahraga masyarakat dan memiliki wadah di KORMI,” ujar Ari.»
Selain memperkenalkan olahraga ketapel, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memunculkan komunitas-komunitas ketapel di Kota Solo. Komunitas yang terbentuk nantinya diharapkan dapat berkembang secara resmi serta menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan standar olahraga.

Ari menilai, olahraga ketapel memiliki potensi untuk kembali digemari masyarakat. Jika dahulu ketapel dibuat sederhana dari cabang kayu dan karet, kini perlengkapan olahraga ketapel telah mengalami perkembangan.
Menurutnya, keberadaan lomba seperti ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan zaman.
“Selain itu, lomba ketapel ini juga menjadi momentum nostalgia masa kecil yang saat ini sangat jarang sekali ditemui di lingkungan kita, ” Ucap Ari.
Ia berharap olahraga ketapel semakin dikenal masyarakat luas dan dapat menjadi alternatif aktivitas olahraga yang menyenangkan, sekaligus menjaga permainan tradisional agar tetap eksis dan memiliki tempat di tengah masyarakat.

