Mendag Budi Santoso Puji SPPG Semanggi 02 Solo, Ada Sinar UV dan Chiller untuk Jaga Keamanan Makanan

Mendag Budi Santoso Puji SPPG Semanggi 02 Solo, Ada Sinar UV dan Chiller untuk Jaga Keamanan Makanan

KOTA SOLO, JAWA TENGAH – Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semanggi 02, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah, (21/09/2026). Dalam kunjungannya, Budi mengapresiasi peningkatan kualitas pengolahan makanan bergizi, termasuk penerapan teknologi sinar ultraviolet (UV) dan chiller atau pendingain makanan untuk mendukung keamanan pangan.

Budi Santoso secara langsung melihat dan ikut proses penyiapan makanan bergizi, mulai dari pengolahan hingga pengemasan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

SPPG Semanggi 02 telah dilengkapi dengan fasilitas chiller dan sinar UV yang digunakan untuk mendukung kebersihan serta keamanan makanan. Penerapan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan makanan bergizi yang disalurkan kepada masyarakat.

“jadi omprengnya ini selesai masak itu dimasukkan chiller, sinar UV untuk mendeteksi ada bakteri atau tidak, setelah itu disegel plastik, jadi ini untuk menjamin bahwa ompreng ini dari mulai dimasukkan hingga di konsumsi anak-anak ini sehat,” ucap Mendag RI Budi Santoso.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa, jika terjadi kerusakan kemasan atau segel, penerima manaat harus menolak MBG.

“Saya pikir ini menjadi tanggung jawab luar biasa dari SPPG dan bisa menjadi contoh SPPG lain,” imbuhnya.

Selain meninjau proses produksi, Menteri Perdagangan juga mengapresiasi keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sayur di sekitar SPPG dalam rantai pasok bahan makanan.

Proses Pendinginan Sebelum Makanan Dikemas

Kepala SPPG Semanggi 02, Diansari Kusumadewi, menjelaskan bahwa makanan yang diproduksi dipastikan berada dalam kondisi dingin melalui proses pendinginan sebelum dikemas secara keseluruhan.

“jadi setelah makanan semua sudah selesai proses masak, makanan di dinginkan di ruang shiller dan di sinari sinar UV sebelum di tutup omprengnya,” ucap Diansari.

Proses tersebut menjadi bagian dari penerapan standar pengolahan makanan untuk mendukung kualitas dan keamanan pangan sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Selain itu ia juga menempelkan label dalam kemasan masa baiknya MBG untuk dikonsumsi penerima manfaat.

Dalam sehari, SPPG Semanggi 02 memproduksi sekitar 3.055 porsi makanan yang diperuntukkan bagi lima sekolah dan dua posyandu di Kelurahan Semanggi.

Dengan peningkatan standar pengolahan, pendinginan, dan pengemasan, SPPG Semanggi 02 diharapkan dapat menjadi percontohan dalam penyediaan makanan bergizi yang aman dan berkualitas bagi masyarakat. (San.)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *