Pameran Museum Keliling Bhinawa Bhumi II di Solo Diserbu Pelajar, Hadirkan 65 Museum dari Berbagai Daerah

Pameran Museum Keliling Bhinawa Bhumi II di Solo Diserbu Pelajar, Hadirkan 65 Museum dari Berbagai Daerah

Solo – Pameran Museum Keliling Vijaya Jaladri Nusantara 2026 Bhinawa Bhumi II yang digelar di Dalem Joyokusuman, Kota Solo, menjadi daya tarik bagi masyarakat, terutama kalangan pelajar. Sebanyak 65 museum dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam pameran yang menghadirkan beragam koleksi sejarah, budaya, hingga wahana edukasi interaktif.

Sejak dibuka, pameran dipadati pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat koleksi museum dari berbagai wilayah. Selain melihat benda-benda bersejarah, para pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang dirancang agar pembelajaran sejarah menjadi lebih menarik.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 24 Surakarta, Gatot Suherman, mengaku sengaja mengajak para siswanya mengunjungi pameran sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana mengenalkan beragam museum beserta koleksinya sekaligus menumbuhkan minat belajar sejarah. Para siswa juga diberi tugas mencatat berbagai koleksi yang mereka temui selama berkunjung.

Tidak hanya menikmati koleksi museum, sejumlah pengunjung juga memanfaatkan kesempatan untuk berfoto dan mencoba memainkan koleksi Wayang Beber yang dipamerkan oleh Museum Samanhudi Solo.

Salah seorang siswa, Fajar Arrahman, mengaku senang dapat melihat berbagai koleksi museum dari sejumlah daerah, termasuk koleksi wayang yang dapat dimainkan secara langsung. Pengalaman tersebut dinilainya membuat pembelajaran sejarah menjadi lebih menyenangkan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Murtono, mengapresiasi penyelenggaraan Bhinawa Bhumi II. Menurutnya, keikutsertaan 65 museum dari berbagai daerah menunjukkan bahwa museum terus aktif menjadi ruang pelestarian sejarah dan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mendekatkan warisan budaya kepada masyarakat.

Melalui pameran ini diharapkan masyarakat, khususnya warga Solo, semakin mengenal museum-museum di Indonesia dan menjadikannya sebagai sarana belajar mengenai sejarah, artefak, serta warisan budaya bangsa.(San.)

Laporan : Muhammad Hasan

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *