Rumah Masa Kecil Brigjen Slamet Riyadi di Solo Direvitalisasi, Bakal Jadi Museum Sejarah

Rumah Masa Kecil Brigjen Slamet Riyadi di Solo Direvitalisasi, Bakal Jadi Museum Sejarah

KOTA SOLO, JAWA TENGAH – Rumah masa kecil Pahlawan Nasional Brigadir Jenderal TNI Anumerta Ignatius Slamet Riyadi di Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Solo, Jawa Tengah, kini mulai mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kota Surakarta.

Bangunan bersejarah yang berada di Jalan Tejonoto tersebut direvitalisasi menggunakan anggaran APBD Kota Surakarta. Rumah yang selama bertahun-tahun menjadi saksi perjalanan masa kecil Slamet Riyadi ini nantinya diharapkan dapat menjadi ruang edukasi sejarah bagi masyarakat, bahkan diarahkan menjadi museum atau rumah singgah.

Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau langsung proses revitalisasi rumah tersebut pada Rabu pagi, ditemani ahli waris, cucu keponakan Brigjen Slamet Riyadi, Gunawan Wibisono.

Pemerintah melakukan perbaikan pada sejumlah bagian bangunan, termasuk rumah utama, kamar masa kecil Slamet Riyadi, atap hingga bagian halaman dan paving.

Revitalisasi ini mulai dikerjakan sejak 2 juni 2026 yang ditargetkan selesai pada 31 Agustus 2026. Sebelumnya, kondisi rumah tersebut sempat memprihatinkan karena termakan usia dan belum mendapatkan rehabilitasi secara menyeluruh. Pihak keluarga bahkan sempat menggunakan dana pribadi dan dukungan CSR untuk memperbaiki sejumlah kerusakan.

Rumah tersebut memiliki nilai sejarah yang kuat. Bangunannya disebut telah berdiri sejak 1848 dan memiliki karakter arsitektur tradisional Jawa. Yang membuat rumah ini semakin istimewa, sejumlah bagian di dalamnya masih mempertahankan kondisi lama. Kamar yang pernah digunakan Slamet Riyadi, termasuk dipan atau tempat tidur, masih menjadi bagian dari peninggalan yang dipertahankan keluarga.

Wali Kota Solo Respati Ardi menyampaikan, keberadaan rumah tersebut tidak hanya penting sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda.

“ya kita memiliki Inisiatif untuk revitalisasi ini harapannya apa, nanti ada masyarakat Terutama ada adik kita belajar untuk mengetahui sejarah kontribusi besar Brigjen lamet Riyadi untuk kota Surakarta. Yaaa, museum dan rumah singgah ya pak, yang tentunya isa dinikmati oleh wisatawan, pelajar tentunya untuk edukasi kedepan.” Ujar Respati

Pemerintah berharap setelah revitalisasi selesai, masyarakat tidak sekadar melihat rumah tua, tetapi juga dapat mengenal lebih dekat sosok Slamet Riyadi serta perjuangannya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Harapan tersebut disambut baik Gunawan Wibisono, ahli waris sekaligus cucu keponakan Brigjen Slamet Riyadi. Ia mengaku senang karena pemerintah akhirnya memberikan perhatian terhadap rumah bersejarah tersebut.

“Ya , saya mengucpkan terima kasih sekali atas perhatian dari pemkotr surakata, yang sebelumnya ini diperbaikai dari dana semampunya oleh keluarga, dan keluarga hanya bisa menjaga semampunya.” Ucap Gunawan.

Upaya pelestarian ini sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga memori sejarah Kota Solo. Terlebih, Slamet Riyadi merupakan salah satu tokoh penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kini, lebih dari tujuh dekade setelah kepergiannya, jejak kehidupan Slamet Riyadi di Kota Solo kembali dihidupkan melalui revitalisasi rumah masa kecilnya.

Rumah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bangunan yang terawat, tetapi juga menjadi ruang yang mampu menceritakan perjalanan sejarah, menanamkan nilai perjuangan, serta menginspirasi generasi muda untuk menghargai jasa para pahlawan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *