Solo β Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menjadi narasumber dalam kegiatan Solo Creative Talks bertajuk “Saat Kreativitas Menggerakkan Kota” yang diselenggarakan Sesitemu di Halaman Pasar Triwindu Surakarta, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan ini menghadirkan pelaku industri kreatif, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat umum sebagai ruang berbagi gagasan dan memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Surakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Respati menyampaikan bahwa kreativitas saat ini tidak lagi hanya menjadi nilai tambah, melainkan telah menjadi salah satu penggerak utama pembangunan kota. Menurutnya, Surakarta memiliki potensi besar melalui kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor yang terus berkembang.
“Surakarta memiliki modal budaya, komunitas kreatif, dan semangat kolaborasi yang luar biasa. Tugas pemerintah adalah menghadirkan ruang, kesempatan, dan ekosistem agar ide-ide kreatif dapat tumbuh menjadi karya yang memberikan manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat,” ujar Respati.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Surakarta terus mendorong berbagai program yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif, UMKM, serta ruang-ruang publik yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah menciptakan produk, dan karya. Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia tanpa meninggalkan identitas sebagai masyarakat lokal.
“Kota yang maju adalah kota yang mampu memberi ruang bagi warganya untuk berkreasi, berinovasi, dan berkolaborasi. Dari kreativitas itulah akan lahir solusi, peluang usaha baru, hingga lapangan pekerjaan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya Founder Pasar Pasaran Widya Rosena, Founder City of Laboratory Rahadian Landhung, Digital Retail Distribution Department Head BTN Andhika H. Dwiantoro.
Para narasumber membahas berbagai perspektif mengenai penguatan industri kreatif, pemasaran digital, hingga pentingnya sinergi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.
Salah seorang panitia, menyampaikan pertemuan antara wali kota solo bersama pelaku ekonomi kreatif tatuk marbudi menjadi tempat saling bertemu dan berkolaborasi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan kota solo.
βini memang ivent pertama, tentang kreativitas menggerakkan kota, harapannya seluruh temen-temen berkumpul dan terkoneksi harapannya semakin banyak kolaborasi dalam upaya menggerakkan ekonomi kreatif,β Ujarnya.
Melalui forum ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap semakin banyak lahir kolaborasi yang mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus menjadikan Surakarta sebagai kota yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (San.)

